Biography Charles Bonar Sirait

Charles On The Stage

Charles Bonar Sirait

Charles Bonar Sirait atau “CBS”  meniti karier di dunia Entertainment sejak tahun 1987, ia turut main dalam film besutan almarhum Arifin C. Noer “Biarkan Bulan Itu”.  Karier Charles selanjutnya setelah film berlanjut di dunia Modelling atau foto model,  prestasi yang pernah ditorehkannya adalah Juara 1 Lomba Sejuta Wajah Remaja Majalah Nona & Fuji tahun 1987.   Charles kemudian menekuni profesi MC (Master Of Ceremony/Pembawa Acara) sejak duduk di bangku kuliah. Program acara-acara televisi yang pernah dibawakannya antara lain : Zimfoni, Intro yang ditayangkan di SCTV serta Variey Show Telkomania di Indosiar.   Charles memecahkan rekor sebagai pembawa acara Kuis terpanjang “Roda Impian” yang merupakan adaptasi dari Kuis International “Wheel of Fortune” di tahun 1999 dan 2001.

 

Visi Charles di kemudian hari ialah ingin dapat

berperan sebagai Inspirator dan memberdayakan orang lain untuk dapat meraih cita-cita yang tinggi, melalui kemampuan sebagai pembawa acara di antaranya dengan menceritakan cerita-cerita sukses yang mampu memotivasi orang lain”.


Melalui profesinya ia berharap dapat memberikan inspirasi bagi para pendengar dan penontonnya untuk selalu mengimplementasikan “Gaya Hidup Positif” untuk meraih “Sukses”.

Charles terlahir dari pasangan orangtua Amir Liven Sirait,MBA dan Marthalena Napitupulu.  Ayahnya seorang tokoh pers Indonesia yang membesarkan Harian Sinar Harapan dan Suara Pembaruan, Sitra Express,Harian Umum Tribun Olahraga, RS PGI Cikini,  sekaligus politikus dan pendiri KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia). Bersama para angkatan 66 lainnya seperti David Napitupulu, Cosmas Batubara, DR.Akbar Tanjung, serta dr.Abdul Gafur ayah Charles membangun platform pembangunan bangsa melalui pilar kepemudaan. Ibunda Charles adalah seorang budayawan dan pengrajin Ulos ternama Martha Ulos yang menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden RI Soeharto tahun 1989. Charles adalah putra pertama dari 4 (empat) orang bersaudara.

Charles meraih Penghargaan Panasonic Awards di tahun 1999 untuk kategori Pembawa Acara Musik Pria Terbaik;  ia sering memandu berbagai acara seperti : Peluncuran Produk, Pesta pernikahan,  Seminar Motivasional, Perbankan, Seminar Korporasi Perusahaan, Marketing Gathering Television Day, Perayaan Natal & Tahun Baru  sampai ke Acara Old & New, dan menjadi Moderator Seminar Politik, Bisnis dan Korporasi.

Kini kesibukannya bertambah,  mengajar beberapa generasi muda; para eksekutif ataupun ibu rumah tangga mengenai Public Speaking, serta menulis tentang hal yang sama untuk beberapa media cetak.   Charles mengajar di beberapa tempat termasuk lembaga yang didirikannya CBS School Of Communications . Dalam beberapa kesempatan Charles juga pernah dipercaya beberapa perusahaan untuk menangani acara melalui Event Organizer yang dikelola bersama dengan rekan profesionalnya.

 

Charles Bonar Sirait Shooting Scene

Charles Bonar Sirait Shooting Scene

Charles telah melakukan berbagai interview dengan pemimpin dan tokoh negeri ini seperti : Mantan Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris; Mantan Presiden RI, BJ Habibie  dalam acara TV Program-Famous To Famous Metro TV December 2006; Ketua Partai Hanura Wiranto;  beberapa pejabat dan menteri kabinet Indonesia Bersatu dalam acara Selamat Pagi Nusantara TVRI dan Bincang Malam TVRI. Charles juga memandu berbagai Acara Korporasi, Motivasional, Entertainment,  Korporasi Sejak tahun 1999 disamping beberapa acara Koporasi dengan berbagai tema seperti : Sales, Customer Service, Personal Branding sejak tahun 1996 sampai sekarang.

Pada tahun 1983 ia  menjadi Wakil Jakarta & Indonesia, Pertukaran Remaja Indonesia – Jepang, Departemen Pendikan Nasional dan Kebudayaan RI & Yayasan PERSADA, 1983.; saat itu Charles terpilih sebagai salah satu dari 40 (empat puluh) remaja Indonesia yang mengikuti Program Pertukaran Remaja Indonesia Jepang Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang, Kementrian Pemuda Olahraga RI, Kementrian  Pendidikan Nasional dan Kebudayaan RI serta Yayasan PERSADA.

Ia meraih PANASONIC AWARDS 1999, 2001 & 2003 untuk Kategori Pembawa Acara pria Terbaik Indonesia. Charles sempat mengikuti “TV Journalism and Basic Technical SkillsScholarship” News Presenter, Basic Camera & AVID Editing Skills)  FISIP Universitas Indonesia  & Internews pada tahun 2002.

Pada akhir tahun 2007 dan awal tahun 2009   ia meluncurkan buku “The Power Of Public Speaking – Kiat Sukses Berbicara Di Depan Publik”  & “Buku Kiat Cerdas Berkampanye Di Depan Publik” Buku diterbitkan oleh Gramedia yang akhirnya menjadi National Best Seller hingga mengalami cetak ulang sampai saat ini. Awal tahun 2008 buku tersebut diterima sebagai Buku Bahasa Indonesia pertama koleksi Perpustakaan Cornell University New York , Kajian Khusus Studi tentang Asia Tenggara.

Tahun 2010 Charles mengambil keputusan seluruh Royalti Buku Best-Sellernya “The Power Of Public Speaking – Kiat Sukses Berbicara Di Depan Publik” diserahkan kepada Para Penderita Thalassaemia Indonesia yang diserahkan kepada Yayasan Thalassaemia Indonesia

Tahun yang sama Charles  dipercayakan memimpin Gerakan Relawan Thalassaemia Indonesia (RTI) yang bertujuan menggerakkan masyarakat membantu para penderita Thalassaemia di Indonesia.

Tahun 2008 Charles ditunjuk oleh Yayasan Puteri Indonesia untuk melatih kemampuan Public Speaking para Finalis Pemilihan Puteri Indonesia 2008 dan 2009. Ia juga diminta secara resmi memandu acara Malam Final  Pemilihan Puteri Indonesia 2008 dan 2009 di Jakarta. Pada tahun 2009 Charles berkesempatan menjadi pembicara Public Speaking di Macquarie University Sydney.

Ia diangkat oleh WWF Indonesia sebagai Duta Kehormatan EARTH HOUR 2009 ; beberapa aktifitas Charles dengan WWF Indonesia antara lain : memberikan testimoni dalam Film Iklan EARTH HOUR bersama 18 Artis Indonesia; mengisi suara Charles untuk kampanye Radio “Vote Earth Hour 2009;  memberikan testimoni video untuk kampanye PILIH BUMI SELAMAT , di Amerika Serikat  WWF International mengangkat Aktris Kate Blanchet sebagai Duta kehormatan untuk mengisi suara di Vote Earth Hour 2009 . WWF mengangkat Charles sebagai “Duta Kehormatan Earth Hour 2009” bersama dengan: Gubernur DKI Bapak Fauzi Bowo. Berbagai kegiatan promosi Earth Hour 2009 diikuti oleh Charles termasuk diantaranya mengisi suara untuk jingle promo Earth Hour versi Indonesia yang diadaptasi dari versi internasional, dimana aktris film “Benjamin Button” Cate Blanchett mengisi suaranya untuk jingle versi internasional.

Tahun 2009 ia meraih gelar magister manajemen di bidang pemasaran dari Universitas Atma Jaya Jakarta, awal tahun 2011 Charles diangkat sebagai dosen di Fakultas Universitas Katolik Atmaja Jakarta , ia mengajar beberapa subjek perkuliahan yang terkait dengan komunikasi dan pemasaran, salah satunya adalah Consumer Behavior.

Tahun 2010, Charles dipercaya Oleh RCTI untuk memandu perhelatan sepakbola dunia WORLD CUP 2010. Bersama rekan-rekan host dan komentator bola RCTI lainnya selama 1 (satu) bulan penuh Charles memandu acara tersebut.

Dunia Profesional merupakan hal yang membentuk pengalaman korporasi Charles.  Menjalani profesi dalam korporasi menurutnya membutuhkan kombinasi antara pengetahuan, talenta dan kemampuan menjalin komunikasi dengan banyak pihak” ujar Charles yang pernah dipercaya Permatabank sebagai Head Of Corporate Communications dan Head of Marketing Communications kurun waktu tahun 2002 s/d 2003. Dibawah kepemimpinan Agus Martowardoijo (Saat itu Direktur Utama PermataBank,  kemudian menjabat sebagai Bank Mandiri dan kini sebagai menteri Keuangan Republik Indonesia), Charles dipercayakan memimpin Tim Komunikasi Merger Merger dari 5 (lima) bank menjadi PermataBank;  salah satu bank terbesar di Indonesia. Selama di Permatabank Charles bertanggung jawab untuk Corporate dan Marketing Communications.

Charles juga dikenal sebagai pendiri dari CBS School Of Communications – sebuah lembaga pengembangan diri dan pelatihan Sumber Daya Manusia berbasis komunikasi.

Tahun 2010, Di tengah perombakan acara TVRI yang semakin inovatif sejak diresmikannya Teknologi Digital oleh Presiden RI  Susilo Bambang Yudhoyono pada Desember 2010, Lembaga Penyiaran Publik TVRI  memberikan tanggung jawab kepada Charles untuk memandu acara SPN (Selamat Pagi  Nusantara) dan Bincang Malam TVRI. Di Kedua acara tersebut Charles bertugas untuk memandu diskusi dengan para pemimpin negeri dan tokoh nasional. yang makin menambah  jam terbangnya me-moderatori acara,  narasumber Charles di program tv ini adalah para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Charles juga diangkat menjadi Senior Advisor pada sebuah perusahaan komunikasi berafiliasi internasional di Indonesia.